Selasa, 20 Maret 2012

KUTIL KELAMIN

Kutil kelamin yang dikenal sebagai genital warts, merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPU) yang juga dapat menyebabkan kanker serviks. Ada lebih dari 100 jenis virus HPU, hanya 30 – 40 tipe HPV yang menyerang daerah kelamin.
HPV tipe 6 & 11 menyebabkan 90% kasus kutil kelamin. Jenis HPV penyebab utama kanker servicks yaitu 16 & 18. beberapa cara menghilangkan kutil kelamin, yaitu membakarnya dengan jarum listrik (kauter) atau laser, membekukannya dengan nitrogen cair, memotongnya dengan bedah dan mengobati dengan zat kimia.
Setelah diobati kutil dapat tumbuh kembali pada saat daya tahan tubuh menurun. Penggunaan kondom dan vaksinasi merupakan cara pencegahan kutil kelamin. Efek penggunaan kondom ini tidak bisa mencegah 100%, hanya dapat menurunkan resiko terkena penularan penyakit seksual.
Vaksin HPV dapat diberikan untuk usia perempuan mulai dari 9 tahun atau dapat diberikan bagi mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Vaksin HPV diberikan dalam 3x suntikan yaitu bulan ke-0, ke-2 dan ke-6. Untuk deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan papsmear.

IMUNASASI KANKER

Imunisasi kanker serviks sangat baik dan bermanfaat, diperkirakan bila seluruh wanita mendapatkan imunisasi kanker serviks, maka penderita kanker serviks akan turun hingga 90%. Imunisasi kanker serviks tidak dianjurkan pada masa kehamilan, karena belum diketahui keamanannya, tetapi boleh dilakukan pada ibu yang sedang menyusui, sesuai dengan konsultasi dan arahan medis terkait.

Keputihan tidak selamanya karena ada kuman/ infeksi, dapat pula disebabkan oleh kemungkinan karena faktor hormonal atau dapat pula yang paling ditakutkan sebagai Indikator adanya kanker serviks. Pemeriksaan melalui pap smear perlu dilakukan dan konsultasi serta observasi fisik oleh dokter Kandungan, oleh sebab itu untuk memastikannya sebaiknya ibu perlu pemeriksaan lanjutan ke Dokter Spesialis Kandungan serta Kebidanan. (SC)

APAKAH KEPUTIHAN GEJALA KANKER SERVIKS?

Perlu diketahui bahwa memang keputihan merupakan salah satu gejala kanker serviks, tetapi sebagian besar keputihan disebabkan oleh infeksi baik itu jamur atau bakteri. Terkait dengan Obat yang berikan tergantung dari penyebab keputihan tentunya.

Adapun kondisi keputihan yang tidak normal bila terjadi indikasi sebagai berikut: Berbau, Berwarna kehijauan (normal bening) dan terdapat rasa gatal, panas dan lain-lain. Sebaiknya melakukan pemeriksaan dini melalui Pap smear dalam mendeteksi dini kanker serviks.

Sementara lendir yang dihasilkan organ reproduksi wanita memang dapat meningkat produksinya seiring dengan situasi sebagai berikut:
- Sebelum menstruasi,
- Setelah menstruasi,
- Saat masa subur,
- Saat terangsang ketika melakukan hubungan seksual.

Adapun kiat yang terbaik dalam melakukan tindakan preventif adalah dengan menjaga vagina supaya tidak lembab.
- Biasakan mengeringkan kelamin setelah buang air kecil,
- Jangan terbiasa memakai pantyliner terus menerus,
- Perhatikan arah tangan saat membasuh daerah vagina (sebaiknya dari depan kebelakang),
- Perhatikan kebersihan kamar mandi bila berada di tempat umum.(RF)

CEGAH KANKER

Selama ini para perempuan yang sudah menikah dan aktif secara seksual selalu diwanti-wanti agar melakukan tes pap smear setiap tahun. Namun, cerita yang beda justru datang dari AS.

Berdasarkan rekomendasi baru dari lembaga yang terkait dengan Departemen Kesehatan AS mengungkapkan, perempuan berusia 21-29 tahun hanya perlu pap smear tiap tiga tahun. Sedangkan yang di bawah 21 tahun justru tidak perlu pap smear sama sekali. Sedangkan perempuan sehat berusia 30-65 tahun hanya perlu pap smear tiap lima tahun sekali jika dikombinasikan dengan tes HPV untuk mengetahui kemungkinan kanker serviks.

Panduan ini sejalan dengan rekomendasi dari American Cancer Society dan American Society of Clinical Pathology yang merekomendasikan pap smear dilakukan tiap tiga tahun sekali.

Mereka juga melihat bahwa tes tiap tiga tahun justru dapat mencegah kemungkinan kanker sama saja dengan tes tiap tahun. Sedangkan tes tiap tahun justru membawa efek samping negatif seperti kemungkinan adanya hasil positif yang palsu, biopsi tak perlu yang justru menghadirkan risiko infeksi, komplikasi kehamilan, dan ketaksuburan serta stres yang tak perlu.

Minggu, 18 Maret 2012

CARA MENGHINDARI KEJAHATAN HIPNOTIS ;

1. Belakangan kian marak saja aksi kejahatan dengan hipnotis. Agar terhindar dari kejahatan serupa, ada baiknya menyimak tips berikut:
2. Sering-sering berzikir. Selalu ingat kepada Allah melalui doa, kalimat-kalimat thayibah, dan sebagainya.

3. Hindari pikiran kosong, melamun, dan sejenisnya.

4. Kalau ada yang menepuk tiba-tiba dan orang tersebut tidak dikenal, segera balas tepukannya.

5. Hindari tatapan seseorang yang tidak dikenal.

6. Hindari tindakan, perilaku, dan kebiasaan yang dapat memancing penjahat.

7. Memiliki sugesti diri yang baik, sehingga tidak mudah disugesti orang lain tanpa seizin kita. Sugesti diri ini dekat dengan spiritualitas.

8. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal.

9. Usahakan tidak tidur saat dalam perjalanan.

10. Lakukan aktivitas tertentu seperti mendengarkan musik atau memijat jari-jari. Tujuannya, agar kesadaran Anda tidak turun.

11. Mensyukuri hidup kita saat ini. Bersyukur dalam hati, lisan, dan perbuatan.

12. Tunjukkan sikap percaya diri, tidak bimbang dan bingung.

13 Bila ada teman satu perjalanan, terus berkomunikasi.

14. Catat nomor penting petugas keamanan di terminal, stasiun, pelabuhan, atau bandara.

TANDA-TANDA OTAK CERDAS

MELAMUN ;
Orang yang banyak melamun diduga memiliki otak yang lebih tajam, lebih cerdas. Dari hasil penelitian, orang-orang melamun, tapi kerjanya tak terganggu, justru malah akan menyimpan memori tersendiri dalam otaknya. Hal ini malah akan memberikan kemampuan untuk melakukan dua hal pada saat yang bersamaan.

Peneliti yang melakukannya, seorang psikolog di University of Wisconsin-Madison, Daniel Levinson, mengatakan mereka yang memiliki kapasitas memori yang lebih tinggi dalam bekerja, sering melamun, pikirannya berkeliaran pada tugas-tugas yang lain. “Tapi kinerja mereka tidak terganggu,” ujarnya seperti dilansir dari Dailymail, Ahad, (18/3).

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Psychological Science, adalah penelitian pertama yang menunjukkan hubungan antara melamun dan  kemampuan intelijensia. “Ada ruang kerja mental ekstra yang dilakukan, seperi menjumlahkan dua angka sekaligus,” ujarnya.

Dalam penelitian ini, peserta disuruh untuk menekan tombol saat muncul tulisan tertentu pada layar. Para peneliti pun menanyakan secara berkala, apakah mereka sedang memikirkan hal lain atau tidak. Di akhir sesi, peneliti mengukur kapasitas memori kerja peserta, memberikan skor untuk kemampuan mereka untuk mengingat serangkaian huruf diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan matematika sederhana.

Kapasitasnya telah dikaitkan dengan langkah-langkah umum intelijensia, seperti membaca pemahaman dan skor IQ. Penelitian ini menggarisbawahi bagaimana memori kerja penting dalam memungkinkan otak untuk fokus pada masalah yang paling mendesak.

Orang yang sering melamun saat mengerjakan sesuatu, justru malah disimpulkan bahwa otaknya lebih tajam, karena bisa melakukan dua hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Uji IQ nya pun memberikan hasil yang lebih tinggi.

PENYEBAB KEGEMUKAN :

KURANG TIDUR ;
Semakin sedikit tidur anda, anda akan semakin gemuk. Sebabnya, orang yang kurang tidur akan banyak kemungkinan memakan makanan berkalori lebih banyak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Amerika Serikat (AS), kelelahan dan kurang istirahat malam akan menyebabkan obesitas.

Salah seorang penelitinya,yaitu Prof Virend Somers, mengatakan bahwa para responden yang menjadi subyek penelitiannya, yang tidurnya kurang, makannya jadi lebih banyak. “Yang kurang tidur, makannya lebih banyak 500 kalori,” ujarnya seperti dilansir dari Dailymail, Ahad, (18/3).

Penelitian ini melibatkan 17 laki-laki dan perempuan yang berat badannya normal dan kondisi mereka sehat. Setengah dari mereka tidur secara normal, dan setengahnya hanya tidur dalam waktu dua pertiga waktu normal mereka. Kemudian, mereka dibebaskan makan sebanyak yang mereka inginkan.

Hasilnya, kurang tidur menyebabkan kadar hormon dan leptin berubah. Padahal hormon ini berhubungan dengan nafsu makan. “Jadi kurang tidur akan menyebabkan orang makan lebih banyak,”. Terima kasih semoga tulisan ini bermanfaat.....